http://www.yahoo.com : e-mail
http://www.friendster.com : friendster komuniti
http://www.wikipedia.com : Istilah
http://www.detik.com : e-news paper
http://www.brothersoft.com : Software Komputer
http://www.softpedia.com : Software Komputer
http://www.musik-live.net/ : Nusik On-line
http://www.4shared.com : Download MP 3
http://indomp3.blogspot.com : Download MP3
http://www.gudanglagu.com : Download MP3
http://stafaband.info/ : Download MP3
http://www.misshacker.com : Download MP3
http://www.warungmp3.com : Download MP3
http://www.mptiga.com/ : Download MP3
http://www.ojiek.com/ : Download MP3
http://www.infoteknologi.com/ : Ilmu Komputer
http://www.chip.co.id/ : Ilmu Komputer
http://www.majalahdigicom.com/ : Ilmu Komputer
http://www.komputeronline.com/ : Ilmu Komputer
http://www.infoteknologi.com/ : Ilmu Komputer
http://www.ilmukomputer.com : Ilmu Komputer
http://www.ilmuwebsite.com/ : Tutorial
http://ilmuphotoshop.com : Tutorial
http://www.okeflash.com/ : Game Flash
http://www.avg.com : AVG Website
Rabu, 31 Desember 2008
Struktur Pengurus 2007-2008
Pimpinan Umum : Mifthah Arfiansyah D P P (06711010)
Pimpinan Redaksi :Arbain Shodikun (Jan-Des) & Pratiwi Widyastuti (Des-Jan)
Pimpinan Usaha : Citra Bunga Agnesia
KAPUSLITBANG : Yoni Anan (06751026)
Sekertaris Umum : Noer Khomariah (06721026)
Sekertaris Redaksi : Erni Susanti
Sekertaris Usaha : Retno Wulandari
Sekertaris KAPUSLITBANG : M.Rusman (06742021)
Bendahara Umum : Mustika Widadara (06733013)
Koordinator Liputan : Candra Gunawan (06711006)
Koordinator Non-liputan : Rusta Dwi Yanuaria (06733026)
Koordinator Redaktur : Arianda Kent Perdana
Koordinator Layout : Setia Wiguna (06731013) & Iswan Maulana (06753013)
Koordinator Editor : Gita Cahaya Pamela
Koordinator Humas & Publikasi : Indra Kristanto (06721019)
Koordinator Periklanan : Puspita Prawiti (06711013) & Yunita Sari (06733030)
Koordinator Kaderisasi : Rohani (06752038)
Koordinator Mading : Weniati Huda Sebiay
Koordinator Kesekretariatan : Herli Marwani
Staf Liputan : Seluruh anggota
Staf Non-liputan : Rona Cantri Naibaho, Rini Andini, Rosiana
Staf Redaktur : Karunia Nainggolan
Staf Layout : Joni Herpa, Husni Muhammad
Staf Editor : Fadli Ariansyah (06733006), Pratiwi Widyastuti, Putri Nova Farita Utami
Staf Humas dan Publikasi :
Staf Periklanan : Lini Marlina,
Staf Kaderisasi : Yufitri Olika Aditya
Staf Mading : Esti Saedati, Nuraini, Citra Mayda Putri, Widya Yuniarti &
Kartika Hendraswari
Staf Kesekretariatan : Dwina Safareta
Staf KAPUSLITBANG : Bagus Saputra
Pimpinan Redaksi :Arbain Shodikun (Jan-Des) & Pratiwi Widyastuti (Des-Jan)
Pimpinan Usaha : Citra Bunga Agnesia
KAPUSLITBANG : Yoni Anan (06751026)
Sekertaris Umum : Noer Khomariah (06721026)
Sekertaris Redaksi : Erni Susanti
Sekertaris Usaha : Retno Wulandari
Sekertaris KAPUSLITBANG : M.Rusman (06742021)
Bendahara Umum : Mustika Widadara (06733013)
Koordinator Liputan : Candra Gunawan (06711006)
Koordinator Non-liputan : Rusta Dwi Yanuaria (06733026)
Koordinator Redaktur : Arianda Kent Perdana
Koordinator Layout : Setia Wiguna (06731013) & Iswan Maulana (06753013)
Koordinator Editor : Gita Cahaya Pamela
Koordinator Humas & Publikasi : Indra Kristanto (06721019)
Koordinator Periklanan : Puspita Prawiti (06711013) & Yunita Sari (06733030)
Koordinator Kaderisasi : Rohani (06752038)
Koordinator Mading : Weniati Huda Sebiay
Koordinator Kesekretariatan : Herli Marwani
Staf Liputan : Seluruh anggota
Staf Non-liputan : Rona Cantri Naibaho, Rini Andini, Rosiana
Staf Redaktur : Karunia Nainggolan
Staf Layout : Joni Herpa, Husni Muhammad
Staf Editor : Fadli Ariansyah (06733006), Pratiwi Widyastuti, Putri Nova Farita Utami
Staf Humas dan Publikasi :
Staf Periklanan : Lini Marlina,
Staf Kaderisasi : Yufitri Olika Aditya
Staf Mading : Esti Saedati, Nuraini, Citra Mayda Putri, Widya Yuniarti &
Kartika Hendraswari
Staf Kesekretariatan : Dwina Safareta
Staf KAPUSLITBANG : Bagus Saputra
serial number
Serial Number XP SP 2
PQGR8-86HKG-2X3P7-H2DH2-HRM96
Lisensi AVG sampai 2018
8MEH-REDSL-7ETEC-ULA8R-EAOKL-4EMBR-ACED
PQGR8-86HKG-2X3P7-H2DH2-HRM96
Lisensi AVG sampai 2018
8MEH-REDSL-7ETEC-ULA8R-EAOKL-4EMBR-ACED
Senin, 22 Desember 2008
Tugas Pokok
TUGAS POKOK
UKM Pers SUKMA yang berkedudukan di Polinela mempunyai tugas pokok yang menjadi acuan kerja sebagai insan pers kampus, antara lain:
2. Menjadi wadah aktifitas, komunikasi, informasi dan media belajar antar mahasiswa dan civitas akademik lainnya.
3. Menjadi wadah yang menampung dan menyampaikan aspirasi mahasiswa dan civitas akademik serta masyarakat.
4. Memberikan saran dan usulan kepada pimpinan, terutama yang berkenaan dengan pelaksanaan fungsi dan pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Keberadaan UKM Pers SUKMA
KEBERADAAN UKMPers SUKMA
Di Politeknik Negeri Lampung
Keberadaan Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kreatif Mahasiswa (LPM SKM) berawal dari ide salah satu aktivitas kampus untuk membentuk suatu organisasi yang sadar akan pentingnya fungsi komunikasi dalam memediasi suatu aktifitas. Dengan bergamnya kegiatan dalam suatu konflik masalah, menuntut untuk dibentuk suatu lembaga yang berperan aktif dan kritis dalam membuka fenomena maya, melalui suatu media yang media yang mampu untuk menyeimbangi dan membuka pola pikir yang lebih baik dan rasional.
Pada SUM V, organisasi LPM SKM ini resmi terbentuk tepatnya tanggal 15 September 2000, sekaligus mengubah nama yang semula bernama Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kreatifitas Mahasiswa (LPM SUKMA) yang dikukuhkan dengan surat keputusan direktur dan masuk ke dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di bidang pengembangan minat, bakat dan keilmuan. Berawal dari keinginan untuk membenahi hubungan kerjasama antar pihak akademik dengan organisasi yang ada di Politani, agar menjadi salah satu organisasi yang mampu menyerap aspirasi mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan informasi baik yang bersifat hiburan, kritik social sampai bidang keilmuan.
Adapun visi dan misi dari LPM SUKMA itu sendiri antara lain; Visi: sebagai motor, dinamisator, mediator dalam dinamika dunia pers kampus. Sedangkan Misi: untuk mewujudkan masyarakat kampus yang kritis, disiplin, komunikatif, bermoral, intelektual, menjunjung supermasi hukum, dan melakukan control social secara kritis, analisis, ilmiah, konstruktif serta tidak memihak dalam memberikan kontribusi dan kemajuan Politani Bandar Lampung. Organisasi yang berkedudukan di Bandar Lampung ini mulai berkosentrasi penuh dalam membuat format kerja seperti prinsip kerja, tugas pokok, sampai ke hal program kerja dan ciri khas nyata organisasi. Bulletin Sukma adalah salah satu ciri nyata yang tampak dalam lembaga ini, dengan modal keberanian dan tanggung jawab ternyata membuahkan hasil dengan menciptkan sesuatu dari sebuah ide yang diapresiasikan dalam bentuk media cetak, sebagai salah satu program kerja yang diunggulkan, posisi ini menempatkan SUKMA (sebutan keren LPM SUKMA) harus lebih peka dan kritis dalam membuka tabir dari suatu kejadian yang ada. Sebagai pers kampus, Sukma tidak pernah lepas dari kebijakan-kebijakan direktur menimalnya pendanaan dan fasilitas, serta peranya unutk mewadahi dan meningkatkan keterampilan jurnalistik mahasiswa. Kondisi demikian (hal pendanaan) membuat gerak Sukma menjadi lambat ini juga disebabkan olah minim sumber daya. Minimnya pengalaman diri setiap individu juga memberikan dampak yang sangat terasa dalam menjalankan suatu system.
Di Politeknik Negeri Lampung
Keberadaan Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kreatif Mahasiswa (LPM SKM) berawal dari ide salah satu aktivitas kampus untuk membentuk suatu organisasi yang sadar akan pentingnya fungsi komunikasi dalam memediasi suatu aktifitas. Dengan bergamnya kegiatan dalam suatu konflik masalah, menuntut untuk dibentuk suatu lembaga yang berperan aktif dan kritis dalam membuka fenomena maya, melalui suatu media yang media yang mampu untuk menyeimbangi dan membuka pola pikir yang lebih baik dan rasional.
Pada SUM V, organisasi LPM SKM ini resmi terbentuk tepatnya tanggal 15 September 2000, sekaligus mengubah nama yang semula bernama Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kreatifitas Mahasiswa (LPM SUKMA) yang dikukuhkan dengan surat keputusan direktur dan masuk ke dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di bidang pengembangan minat, bakat dan keilmuan. Berawal dari keinginan untuk membenahi hubungan kerjasama antar pihak akademik dengan organisasi yang ada di Politani, agar menjadi salah satu organisasi yang mampu menyerap aspirasi mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan informasi baik yang bersifat hiburan, kritik social sampai bidang keilmuan.
Adapun visi dan misi dari LPM SUKMA itu sendiri antara lain; Visi: sebagai motor, dinamisator, mediator dalam dinamika dunia pers kampus. Sedangkan Misi: untuk mewujudkan masyarakat kampus yang kritis, disiplin, komunikatif, bermoral, intelektual, menjunjung supermasi hukum, dan melakukan control social secara kritis, analisis, ilmiah, konstruktif serta tidak memihak dalam memberikan kontribusi dan kemajuan Politani Bandar Lampung. Organisasi yang berkedudukan di Bandar Lampung ini mulai berkosentrasi penuh dalam membuat format kerja seperti prinsip kerja, tugas pokok, sampai ke hal program kerja dan ciri khas nyata organisasi. Bulletin Sukma adalah salah satu ciri nyata yang tampak dalam lembaga ini, dengan modal keberanian dan tanggung jawab ternyata membuahkan hasil dengan menciptkan sesuatu dari sebuah ide yang diapresiasikan dalam bentuk media cetak, sebagai salah satu program kerja yang diunggulkan, posisi ini menempatkan SUKMA (sebutan keren LPM SUKMA) harus lebih peka dan kritis dalam membuka tabir dari suatu kejadian yang ada. Sebagai pers kampus, Sukma tidak pernah lepas dari kebijakan-kebijakan direktur menimalnya pendanaan dan fasilitas, serta peranya unutk mewadahi dan meningkatkan keterampilan jurnalistik mahasiswa. Kondisi demikian (hal pendanaan) membuat gerak Sukma menjadi lambat ini juga disebabkan olah minim sumber daya. Minimnya pengalaman diri setiap individu juga memberikan dampak yang sangat terasa dalam menjalankan suatu system.
Pers Mahasiswa
PERS MAHASISWA
Perjalanan pers mahasiswa Indonesia terbagi dalam dua decade, yaitu sebelum dan sesudah kemerdekaan. Di masa sebelum kemerdekaan terjadi, tercatat beberapa media yang sempat mewarnai dunia pers ketika itu antara lain, secara berkala seperti Jong Java pada tahun 1914, Ganeca(1923), Indonesia Merdekaoleh mahasiswa Indonesia di Belanda (1924), Soeara Indonesia Moeda (1928), Oesaha Pemoeda oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Kairo (1930), Jaar Boek oleh THS dari ITB (1930-1941). Gairah untuk menerbitkan media dikalangan mahasiswa semakin berkembangpada masa pasca kemerdekaan. Di Jakarta antara lain Academica, Masiswa Forum, Vivat, Fiducia, Aesculapium. Di Bandung ada Bumi Siliwangi, Gema Physica, Gunadharma, Intelegensia, Mesin, Sclentia dll. Di Yogyakarta ada Criterium (IAIN), GAMA (UGM), Media (HMI), Tunas, Pnepus, dll. Di Surabaya ada Ut Omnes Sint (GMKI), Ta Hsueh Ta Chih. Di Medan ada Vidia dan Gema Universitas. Pada tahun-tahun inilah mulai terfikirkan untuk mendirikan organisasi pers mahasiswa. Ikatan Wartawan Indonesia (IWMI) lahir pada msa ini tepatnya Agustus 1955 pada konverensi di Yogyakarta.
Suasana ini tidak tahan lama, IPMI kemudian harus berbenturan dengan penguasa karena tidak mau mencantumkan manipol-usdek dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Selain itu, seiring dengan beragamnya partai politik yang ada pada masa itu., para aktivisnya lebih banyak terlibat dalam bernagai aktifitas partai politik. Sedikit melemahnya penerbitan mahasiswa kemudian beralih arah disaat-saat transisi antara orde lama dan orde baru, beberapa media seperti koran masiswa Indonesia edisi Jakarta, Jabar, Jateng serta harian KAMI yang juga terbit di beberapa kota benar-benarmengisi peran dalam pembentukan opini public. Tahun 1971-1974 kembali dunia pers mahasiswa mengalami kemunduran setelah upaya melokalisir para aktivitis ke dalam kampus.
Pasca malaria, kemudian hadir kembali beberapa media mahasiswa yang mengisi kekosongan pers tanah air setelah banyak media massa umum yang besar dibreidel. Terbitlah Salemba (UI), Gelora Mahasiswa (UGM), Atmajaya, Kampus (ITB), Derap Mahasiswa (IKIP Yogyakarta), dan Airlangga (Unair). Kontrol social yang ditampilkan oleh media-media mahasiswa ini tetap hadir bersamaan dengan media umum lainya. Ketika kompas, Pelita dan beberapa media lainya dibreidel di tahun 1978 pers mahasiswa di atas melancarkan fungsi control yang panjang kemudian sempat terjadi hingga pertengahan decade 80-an. Ini tidak berarti bahwa pers mahasiswa benar-benar hilang, karena 58 media mahsiswa berbasisi keilmuan tetap terbit seperti Aesculapius di FK UI, Arena (IAIN Yogyakarta), dan Muhibah (UII) tidak sebesar Gelora Mahasiswa, Salemba, Kampus, dll.
Pers mahasiswa selalu tidak pernah diam dengan realita kemasyarakatanya, kemudian memanfaatkan ruang-ruang yang tersisa setelah NKK/BKK perlahan-lahan para aktivitas mahasiswa mulai melirik pers sebagai tempat mencurahkan kegelisaan dan ide-ide mereka terdapat kualitas masyarakatnya. Maka, jangan herankalau banyak penulis mengakatan ada kaitan yang erat antara pers mahasiswa dan gerakan mahasiswa.
Lewat pertengahan 80-an, perkembangan pers mahasiswa semakin bergairah dan kini akhir tahun 1999, jumlah pers mahsiswa di seluruh Indonesia sudah lebih dari 700 buah. Hadir disetiapkampus bahkan sampai tingkat falkultas dan jurusab di Indonesia memilki pers mahasiswanya sendiri yang menerbitkan berbagai bentuk media: majalah, Koran, tabloid, bulletin, new letter, dll. Kini organisai pers mahasiswa di tingkat nasional adalah Perhimpunan Penerbit Mahasiswa Indonesia (PPMY), Forom Komunikasi Pers Mahasiswa Malang (FKPMM), Perhimpunan Penerbitan Mahasiswa Ujung Pandang (PPMU), DLL.
Perjalanan pers mahasiswa Indonesia terbagi dalam dua decade, yaitu sebelum dan sesudah kemerdekaan. Di masa sebelum kemerdekaan terjadi, tercatat beberapa media yang sempat mewarnai dunia pers ketika itu antara lain, secara berkala seperti Jong Java pada tahun 1914, Ganeca(1923), Indonesia Merdekaoleh mahasiswa Indonesia di Belanda (1924), Soeara Indonesia Moeda (1928), Oesaha Pemoeda oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Kairo (1930), Jaar Boek oleh THS dari ITB (1930-1941). Gairah untuk menerbitkan media dikalangan mahasiswa semakin berkembangpada masa pasca kemerdekaan. Di Jakarta antara lain Academica, Masiswa Forum, Vivat, Fiducia, Aesculapium. Di Bandung ada Bumi Siliwangi, Gema Physica, Gunadharma, Intelegensia, Mesin, Sclentia dll. Di Yogyakarta ada Criterium (IAIN), GAMA (UGM), Media (HMI), Tunas, Pnepus, dll. Di Surabaya ada Ut Omnes Sint (GMKI), Ta Hsueh Ta Chih. Di Medan ada Vidia dan Gema Universitas. Pada tahun-tahun inilah mulai terfikirkan untuk mendirikan organisasi pers mahasiswa. Ikatan Wartawan Indonesia (IWMI) lahir pada msa ini tepatnya Agustus 1955 pada konverensi di Yogyakarta.
Suasana ini tidak tahan lama, IPMI kemudian harus berbenturan dengan penguasa karena tidak mau mencantumkan manipol-usdek dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya. Selain itu, seiring dengan beragamnya partai politik yang ada pada masa itu., para aktivisnya lebih banyak terlibat dalam bernagai aktifitas partai politik. Sedikit melemahnya penerbitan mahasiswa kemudian beralih arah disaat-saat transisi antara orde lama dan orde baru, beberapa media seperti koran masiswa Indonesia edisi Jakarta, Jabar, Jateng serta harian KAMI yang juga terbit di beberapa kota benar-benarmengisi peran dalam pembentukan opini public. Tahun 1971-1974 kembali dunia pers mahasiswa mengalami kemunduran setelah upaya melokalisir para aktivitis ke dalam kampus.
Pasca malaria, kemudian hadir kembali beberapa media mahasiswa yang mengisi kekosongan pers tanah air setelah banyak media massa umum yang besar dibreidel. Terbitlah Salemba (UI), Gelora Mahasiswa (UGM), Atmajaya, Kampus (ITB), Derap Mahasiswa (IKIP Yogyakarta), dan Airlangga (Unair). Kontrol social yang ditampilkan oleh media-media mahasiswa ini tetap hadir bersamaan dengan media umum lainya. Ketika kompas, Pelita dan beberapa media lainya dibreidel di tahun 1978 pers mahasiswa di atas melancarkan fungsi control yang panjang kemudian sempat terjadi hingga pertengahan decade 80-an. Ini tidak berarti bahwa pers mahasiswa benar-benar hilang, karena 58 media mahsiswa berbasisi keilmuan tetap terbit seperti Aesculapius di FK UI, Arena (IAIN Yogyakarta), dan Muhibah (UII) tidak sebesar Gelora Mahasiswa, Salemba, Kampus, dll.
Pers mahasiswa selalu tidak pernah diam dengan realita kemasyarakatanya, kemudian memanfaatkan ruang-ruang yang tersisa setelah NKK/BKK perlahan-lahan para aktivitas mahasiswa mulai melirik pers sebagai tempat mencurahkan kegelisaan dan ide-ide mereka terdapat kualitas masyarakatnya. Maka, jangan herankalau banyak penulis mengakatan ada kaitan yang erat antara pers mahasiswa dan gerakan mahasiswa.
Lewat pertengahan 80-an, perkembangan pers mahasiswa semakin bergairah dan kini akhir tahun 1999, jumlah pers mahsiswa di seluruh Indonesia sudah lebih dari 700 buah. Hadir disetiapkampus bahkan sampai tingkat falkultas dan jurusab di Indonesia memilki pers mahasiswanya sendiri yang menerbitkan berbagai bentuk media: majalah, Koran, tabloid, bulletin, new letter, dll. Kini organisai pers mahasiswa di tingkat nasional adalah Perhimpunan Penerbit Mahasiswa Indonesia (PPMY), Forom Komunikasi Pers Mahasiswa Malang (FKPMM), Perhimpunan Penerbitan Mahasiswa Ujung Pandang (PPMU), DLL.
Pers Indonesia
PERS INDONESIA
Insan pers adalah insan yang merdeka dan tidak terikat dalam suatu institusi manapun. Sikap dan mental seorang insan pers dituntut untuk mampu menyampaikan fakta dan kebenaran berita atau informasi yang akan disampaikan kepada khalayak ramai. Dampak reformasi telah membawa nuansa baru bagi ritual pola pikir masyarakat Indonesia yang sebelumnya tersekat oleh sistem rezim orde baru dalam kurun waktu 32 tahun. Eksesnya, arus demokrasi lancar mengalir dan semakin menjamurnya media-media komunikasi yang mencoba untuk merangkum semua informasi yang ada dalam beragam bentuk, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.
Fenomena tersebut membuat banyak media berusaha untuk merekrut insan-insan pers yang memiliki integritas, dedikasi dan kompetensi yang cukup handal dalam mengaktualkan informasi tersebut ke dalam bentuk tulisan maupun gambar.
Redaksi yang ada dan nyata saat ini banyak sekali insan-insan pers yang belum memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisis kebenaran dari suatu berita yang terjadi, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas berita yang disampaikan ke masyarakat luas. Bahkan kemungkinan terburuknya informasi itu dapat disalah artikan dalam menerjemahkan, akibatnya terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Sebelum insan pers ini terjun ke dalam kawah candra dimuka, seharusnya perlu dibekali terlebih dahulu dengan pendidikan dan pelatihan baik ditingkat formal maupun informasi. Hal ini sangat diperlukan karena dapat memberikan bekal awal yang baik kepada mereka agar tidak terjerumus ke dalam sebuah retorika yang dimainkan oleh oknum-oknum yang tidak vertanggung jawab.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, peran pers Indonesia diharapkan menjadi mediator, stabilisator dalam mendinamisatorkan suatu konflik yang terjadi dengan tidak berpihak kepada salah satunya. Secara historis, pers mempunyai peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pers membuahkan koordinasi antara hasrat rakyat bagi kemerdekaan dan perjuangan sadar dari para pemimpin revolusioner untuk mencapai tujuan bersama itu. Tokoh-tokoh perjuangan seperti H. Agus Salim, Sam Ratulangi, Danudirdja Setyabudhi (Douwes Dekker), Ki Hajar Dewantara dan Tjipto Mangunkusumo, adalah tokoh-tokoh garis depan dalam pengembangan pers nasional, yakni pers yang berperan penting dalam perjuangan fisik di tahun 1940-an. Bahkan Bung Karno pernah memimpin Fikiran Rakyat di Bandung, Bung Hatta bersama Sultan Syahrir memimpin Daulat Rakyat, H. Oemar Said Tjokroaminoto memimpin Oeteosan Hindia, dan Dr. Soetomo mengusahakan Soeara Oemoem yang dipimpim Tjindarbumi dibantu Sudarjo Tjokrosisworo.
Para tokoh pers pada waktu itu adalah kelompok pelajar, berpendidikan tinggi, mengemban tanggung jawab kemasyarakatan, serta bias bersikat radikal dan bebasa dalam memandang kondisi masyarakat dan Negara tempat meraka hidup, yang terlihat dalam perjuangan mereka menentang penguasa colonial. Lahirnya surat kabar-surat kabar nasional pada waktu itu tidak jauh beda denmgan gerakan kebangsaan dan pers. Pers nasional adalah cermin nyata kehidupan gerakan kebangsaan sekaligus menjadi wahana penyebar gagasan-gagasan nasionalisme.
Insan pers adalah insan yang merdeka dan tidak terikat dalam suatu institusi manapun. Sikap dan mental seorang insan pers dituntut untuk mampu menyampaikan fakta dan kebenaran berita atau informasi yang akan disampaikan kepada khalayak ramai. Dampak reformasi telah membawa nuansa baru bagi ritual pola pikir masyarakat Indonesia yang sebelumnya tersekat oleh sistem rezim orde baru dalam kurun waktu 32 tahun. Eksesnya, arus demokrasi lancar mengalir dan semakin menjamurnya media-media komunikasi yang mencoba untuk merangkum semua informasi yang ada dalam beragam bentuk, baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.
Fenomena tersebut membuat banyak media berusaha untuk merekrut insan-insan pers yang memiliki integritas, dedikasi dan kompetensi yang cukup handal dalam mengaktualkan informasi tersebut ke dalam bentuk tulisan maupun gambar.
Redaksi yang ada dan nyata saat ini banyak sekali insan-insan pers yang belum memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisis kebenaran dari suatu berita yang terjadi, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas berita yang disampaikan ke masyarakat luas. Bahkan kemungkinan terburuknya informasi itu dapat disalah artikan dalam menerjemahkan, akibatnya terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Sebelum insan pers ini terjun ke dalam kawah candra dimuka, seharusnya perlu dibekali terlebih dahulu dengan pendidikan dan pelatihan baik ditingkat formal maupun informasi. Hal ini sangat diperlukan karena dapat memberikan bekal awal yang baik kepada mereka agar tidak terjerumus ke dalam sebuah retorika yang dimainkan oleh oknum-oknum yang tidak vertanggung jawab.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, peran pers Indonesia diharapkan menjadi mediator, stabilisator dalam mendinamisatorkan suatu konflik yang terjadi dengan tidak berpihak kepada salah satunya. Secara historis, pers mempunyai peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pers membuahkan koordinasi antara hasrat rakyat bagi kemerdekaan dan perjuangan sadar dari para pemimpin revolusioner untuk mencapai tujuan bersama itu. Tokoh-tokoh perjuangan seperti H. Agus Salim, Sam Ratulangi, Danudirdja Setyabudhi (Douwes Dekker), Ki Hajar Dewantara dan Tjipto Mangunkusumo, adalah tokoh-tokoh garis depan dalam pengembangan pers nasional, yakni pers yang berperan penting dalam perjuangan fisik di tahun 1940-an. Bahkan Bung Karno pernah memimpin Fikiran Rakyat di Bandung, Bung Hatta bersama Sultan Syahrir memimpin Daulat Rakyat, H. Oemar Said Tjokroaminoto memimpin Oeteosan Hindia, dan Dr. Soetomo mengusahakan Soeara Oemoem yang dipimpim Tjindarbumi dibantu Sudarjo Tjokrosisworo.
Para tokoh pers pada waktu itu adalah kelompok pelajar, berpendidikan tinggi, mengemban tanggung jawab kemasyarakatan, serta bias bersikat radikal dan bebasa dalam memandang kondisi masyarakat dan Negara tempat meraka hidup, yang terlihat dalam perjuangan mereka menentang penguasa colonial. Lahirnya surat kabar-surat kabar nasional pada waktu itu tidak jauh beda denmgan gerakan kebangsaan dan pers. Pers nasional adalah cermin nyata kehidupan gerakan kebangsaan sekaligus menjadi wahana penyebar gagasan-gagasan nasionalisme.
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Perguruan tinggi sebagai institusi kampus yang mempunyai tugas, salah satunya adalah.mengembangkan pendidikan pada peserta didiknya, yakni mahasisiwa. Maka pengembangan kehidupan jelas-jelas merupakan bagian integral dalam sisitem pendidikan nasional, demi terbentuknya mahasiswa Pancasila sebagai kesempurnaan kegiatan kurikuler. Sebagai konsekuensinya, organisasi kemahasiswaan perlu ditingkatkan perannya sebagai perangkat Perguruan Tinggi untuk membina kekeluargaan antara sesama civitas akademik.
Mahasiswa adalah bagian dari pemuda dan masyarakat Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Di tangan mahasiswa, masa depan bangsa dan negara ditentukan, oleh karena itu tanggung jawab mahasiswa pada bangsa dan negara tidak hanya diukur dari target akademik semata, tetapi mahasiswa harus mampu menjadi motivator dan dinamisator dari segenap aspek kehidupan masyarakat. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya sebagai sasaran pembangunan nasional akan dapat tercapai apabila segenap komponen di dalamnya (bangsa) dapat memfungsikan dan memposisikan keberadaannya secara tepat. Proporsi dan tanggung jawab yang disertai sikap ikhlas dalam dirinya. Mahasiswa merupakan elemen terpenting dalam proses reformasi di negara Indonesia, dimana peran nyata pemuda dan mahasiswa semakin dituntut oleh masyarakat terutama dalam menyelamatkan dan menangkis berbagai bentuk ancaman, gangguan dan hambatan pembangunan Indonesia.
Mahasiswa yang berkesempatan mengaktualisasikan minatnya dalam kegiatan ekstra kurikuler akan menambah kapasitas prestasi dan kualitas individu dalam proses pematangan, proses pendewasaan baik mental maupun fisik untuk dapat menyikapi dan menepatkan posisi dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat.
Perguruan tinggi sebagai institusi kampus yang mempunyai tugas, salah satunya adalah.mengembangkan pendidikan pada peserta didiknya, yakni mahasisiwa. Maka pengembangan kehidupan jelas-jelas merupakan bagian integral dalam sisitem pendidikan nasional, demi terbentuknya mahasiswa Pancasila sebagai kesempurnaan kegiatan kurikuler. Sebagai konsekuensinya, organisasi kemahasiswaan perlu ditingkatkan perannya sebagai perangkat Perguruan Tinggi untuk membina kekeluargaan antara sesama civitas akademik.
Mahasiswa adalah bagian dari pemuda dan masyarakat Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Di tangan mahasiswa, masa depan bangsa dan negara ditentukan, oleh karena itu tanggung jawab mahasiswa pada bangsa dan negara tidak hanya diukur dari target akademik semata, tetapi mahasiswa harus mampu menjadi motivator dan dinamisator dari segenap aspek kehidupan masyarakat. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya sebagai sasaran pembangunan nasional akan dapat tercapai apabila segenap komponen di dalamnya (bangsa) dapat memfungsikan dan memposisikan keberadaannya secara tepat. Proporsi dan tanggung jawab yang disertai sikap ikhlas dalam dirinya. Mahasiswa merupakan elemen terpenting dalam proses reformasi di negara Indonesia, dimana peran nyata pemuda dan mahasiswa semakin dituntut oleh masyarakat terutama dalam menyelamatkan dan menangkis berbagai bentuk ancaman, gangguan dan hambatan pembangunan Indonesia.
Mahasiswa yang berkesempatan mengaktualisasikan minatnya dalam kegiatan ekstra kurikuler akan menambah kapasitas prestasi dan kualitas individu dalam proses pematangan, proses pendewasaan baik mental maupun fisik untuk dapat menyikapi dan menepatkan posisi dan fungsinya di tengah-tengah masyarakat.
Langganan:
Postingan (Atom)