Senin, 22 Desember 2008

Keberadaan UKM Pers SUKMA

KEBERADAAN UKMPers SUKMA
Di Politeknik Negeri Lampung


Keberadaan Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kreatif Mahasiswa (LPM SKM) berawal dari ide salah satu aktivitas kampus untuk membentuk suatu organisasi yang sadar akan pentingnya fungsi komunikasi dalam memediasi suatu aktifitas. Dengan bergamnya kegiatan dalam suatu konflik masalah, menuntut untuk dibentuk suatu lembaga yang berperan aktif dan kritis dalam membuka fenomena maya, melalui suatu media yang media yang mampu untuk menyeimbangi dan membuka pola pikir yang lebih baik dan rasional.

Pada SUM V, organisasi LPM SKM ini resmi terbentuk tepatnya tanggal 15 September 2000, sekaligus mengubah nama yang semula bernama Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kreatifitas Mahasiswa (LPM SUKMA) yang dikukuhkan dengan surat keputusan direktur dan masuk ke dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di bidang pengembangan minat, bakat dan keilmuan. Berawal dari keinginan untuk membenahi hubungan kerjasama antar pihak akademik dengan organisasi yang ada di Politani, agar menjadi salah satu organisasi yang mampu menyerap aspirasi mahasiswa, tetapi juga diharapkan mampu memberikan informasi baik yang bersifat hiburan, kritik social sampai bidang keilmuan.

Adapun visi dan misi dari LPM SUKMA itu sendiri antara lain; Visi: sebagai motor, dinamisator, mediator dalam dinamika dunia pers kampus. Sedangkan Misi: untuk mewujudkan masyarakat kampus yang kritis, disiplin, komunikatif, bermoral, intelektual, menjunjung supermasi hukum, dan melakukan control social secara kritis, analisis, ilmiah, konstruktif serta tidak memihak dalam memberikan kontribusi dan kemajuan Politani Bandar Lampung. Organisasi yang berkedudukan di Bandar Lampung ini mulai berkosentrasi penuh dalam membuat format kerja seperti prinsip kerja, tugas pokok, sampai ke hal program kerja dan ciri khas nyata organisasi. Bulletin Sukma adalah salah satu ciri nyata yang tampak dalam lembaga ini, dengan modal keberanian dan tanggung jawab ternyata membuahkan hasil dengan menciptkan sesuatu dari sebuah ide yang diapresiasikan dalam bentuk media cetak, sebagai salah satu program kerja yang diunggulkan, posisi ini menempatkan SUKMA (sebutan keren LPM SUKMA) harus lebih peka dan kritis dalam membuka tabir dari suatu kejadian yang ada. Sebagai pers kampus, Sukma tidak pernah lepas dari kebijakan-kebijakan direktur menimalnya pendanaan dan fasilitas, serta peranya unutk mewadahi dan meningkatkan keterampilan jurnalistik mahasiswa. Kondisi demikian (hal pendanaan) membuat gerak Sukma menjadi lambat ini juga disebabkan olah minim sumber daya. Minimnya pengalaman diri setiap individu juga memberikan dampak yang sangat terasa dalam menjalankan suatu system. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar